Selasa, 20 Juni 2017

Alergi Susu Sapi Itu Apa Sih? Apa Saja Indikasinya?

Pada saat saya sedang mengandung Alma, saya mengalami biduran dan beberapa jenis alergi lainnya yang sebelumnya tidak pernah saya alami. Pas saya tanya suami, ternyata dia punya alergi. Dan hal inilah yang membuat saya khawatir sama Alma karena alergi bisa diturunkan oleh orangtua. Hal inilah yang memberanikan saya ikut mendaftar ke acara EnfaClub yang membahas mengenai pencernaan pada hari Sabtu yang lalu tanggal 17 Juni 2017. Saya ingin mengetahui segala hal mengenai alergi, indikasi alergi susu sapi, cara menanganinya dan lainnya.

Bertempat di sebuah rumah makan dan coffee shop yang cozy, saya dan Alma plus bapak datang ke acara ini. "Kok bawa bayi dan bapaknya?" selain ilmunya yang saya butuhkan, hal yang memberanikan saya datang ke event ini adalah karena boleh bawa anak, enggak mungkin kan anaknya dititipin di tetangga atau ditinggal di rumah sendirian. Kalau suami doi nganter doang kok sisanya dia nunggu di bawah. Saat saya datang, acara baru saja di mulai. Alhamdulillah enggak ketinggalan ilmunya dong. Hehe. Dan saya langsung menyimak dengan aktif plus menuliskan catatan saya di tweet akun Twitter. Saya bagikan biar semua orang bisa membacanya, hitung-hitung share ilmu biar tambah pahala. #EdisiRamadan

I don't own this pic, source stated on the watermark
I barely read it



Saat saya datang ada seorang dokter eh Doktor, eh dua-duanya ding, yang sedang menjelaskan di depan. Beliau adalah Dr. dr. Ariani yang merupakan dokter spesialis anak konsulen gastroenterologi. Menurut wikipedia, gastroenterologi atau gastrologi adalah spesialisasi ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada penyakit sistem pencernaan. Menurut beliau, makanan berperan penting dalam tumbuh kembang tubuh dan perkembangan kecerdasan anak. Namun, sesehat, semahal apapun makanan yang dikonsumsi si Kecil, tidak akan berarti apabila sistem pencernaan si Kecil bermasalah. Hal ini dikarenakan makanan si Kecil akan diserap oleh usus dan nutrisinya akan didistribusikan oleh pembuluh darah. Jadi, kondisi usus yang sehat, optimal sangat memengaruhi proses perkembangan tubuh si Kecil.

Masalah sistem cerna yang membuat penyerapan gizi terganggu secara garis besar terdiri dari dua hal yaitu Functional GI Discomfort (Gangguan gastrointestinal fungsional (FGID) adalah sejumlah gangguan idiopatik yang berbeda yang memengaruhi bagian saluran gastrointestinal yang berbeda dan melibatkan hipersensitivitas viseral dan motilitas gastrointestinal terganggu. Pengaktifan sel yang meningkat merupakan faktor umum di antara semua FGID yang berkontribusi terhadap hipersensitivitas viseral serta disfungsi epitel, neuromuskular, dan motilitas, red-wikipedia manually translated may contains inaccuracy) masalah ini umum dialami oleh anak usia di bawah satu tahun, Kedua, ketidaknyamanan pencernaan akibat dua hal yaitu nutrisi (Gas dalam usus berlebihan, gangguan penyerapan karbohidrat, cara pemberian minum yang kurang tepat, alergi protein susu sapi/intoleransi) dan non nutrisi (motilitas, GER, hormon usus, gangguan flora usus-biotic). Walaupun bayi belum bisa berkomunikasi, namun jika dia mengalami masalah pencernaan gejalanya akan sangat jelas seperti kembung, sering buang gas, sakit perut, mual dan atau muntah, bab tidak lancar, rewel tanpa sebab jelas. "Rewel bayi itu emang jelas?" Jelas banget! Your maternal instict will tell! Nah, kalau perutnya lagi enggak enak, kebetulan Alma jelas banget karena dia bukan tipe rewel (cuma super sholehah aktif ya gitu deh). Kalau udah digendong, dikasih susu, dikasih makan enggak mempan, diajak main malah tambah kenceng nangisnya maka sudah jelas dia sedang ada masalah dengan sesuatu biasanya kesehatannya. Untuk masalah pencernaan biasanya aku enggak pikir lama, tiga hari rewel enggak jelas bakal langsung dibawa cuss ke dokter. Soalnya, kalau dibiarkan dia akan mengakibatkan efek jangka panjang seperti kesehatan mental kemudian hari, agresi, hiperaktif, cemas (anxiety), gangguan tidur, migren, dan alergi. Ngeri ya akibat jangka panjangnya. "Kenapa dibawa ke dokter cepat-cepat?" selain anaknya sakit, jujur ya, ibunya pun jadi galau dan cape tentunya. Karena nangisnya enggak mudah berhenti!

Sayangnya, dari sekian macam penyebab masalah pencernaan, orangtua paling sering mengkambing hitamkan alergi susu sapi. *duh salah apa sih kamu Alergi* Padahal, hanya 7% dari total masalah penceraan yang terjadi pada si Kecil itu disebabkan oleh alergi susu sapi, lho. Alergi itu sendiri disebabkan oleh saluran pencernaan anak belum matang karena masih terus berkembang sesuai usia. Perkembangan saluran cerna juga dilihat dari ukuran lambung dan produksi enzim masih terbatas, khususnya enterokinase (pemecah protein) dan lactase (pemecah laktosa). Apa yang bisa dilakukan ibu jika bayi mengalami masalah pencernaan? Kalau aku biasanya aku lihat-lihat dulu nih kenapa bisa kembung, ingat-ingat apa saja yang dia makan beberapa hari terakhir. Setelah itu aku menghindari penyebab kembungnya dan kalau terus-terusan Alma akan aku bawa ke dokter terdekat. Dan metode ini enggak jauh beda dengan anjuran dr. Ariani untuk mengeksplorasi penyebab masalah pencernaan pada anak, catat makanan yang dikonsumsi dalam 3x24 jam terakhir, dan jika gejala terus berlangsung langsung diskusi dengan dokter anak. Kemudian dr. Ariani memaparkan bahwa jika bayi sakit penceraannya bisa dilakukan pijat ILoveYou atau menggerakan kaki sama seperti naik sepeda. Wah, dulu pas Alma konstipasi, aku melakukan memeragakan naik sepeda ini juga lho ke Alma dan berhasil!

EnfaClub selaku penyelenggara event ini juga menyediakan web apps khusus untuk mengetes apakah si Kecil mengalami alergi susu sapi atau tidak sesuai dengan indikasi alergi susu sapi yang ada di enfaclub.com/tesalergi-sususapi/ yang bisa diakses melalui HP/PC. Hasilnya Alma adalah dia mungkin memiliki perut yang sensitif, namun tidak alergi. Alhamdulillah.




Jika si Kecil mengalami alergi, sebaiknya ibu hanya memberikan ASI dan menghindari alerennya, ya. Dan jika ASI tidak cukup, ibu bisa menggunakan Enfagrow A+ Gentle Care sebagai tambahan nutrisi A+ Gentle Care dengan teknologi PHP yang diproduksi di Belanda sehingga memiliki protein halus yang mudah dicerna untuk perutnya yang peka. Diperkaya dengan nutrisi penting seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12,



Acara EnfaClub ini benar-benar pengertian sama blogger yang datang, lho. Enggak cuma ngasih pengetahuan mengenai masalah alergi susu sapi, tapi juga menghadirkan Parjono Sudiono yang merupakan Head of Digital ZenithOptimedia and Performics Indonesia untuk memberikan SEO Tips. Apa saja sih tipsnya? Karena saya baik hati dan senang berbagi ilmu (huahaha) berikut ya tipsnya dari beliau (disingkat aja, ya):

1. Lakukan indeksisasi pada blog secepatnya agar terindeks juga di mesin pencari
2. Buat maping blog dengan sederhana 
3. Mengerti keinginan pembaca kita sehingga topik relevan
4. Fokuskan kata kunci yang sesuai dan memiliki volume pencarian yang tinggi 
5. Selalu update konten secara konsisten (ini dia yang susah, ya!)
6. Buat artikel yang shareable (menarik, bermanfaat dan original)
7. Tingkatkan interaksi pembaca dan buatlah blog yang cepat diakses dan mobile friendly.
8. Hindari animasi-animasi, image atau video yang memberatkan website 
9. Selalu monitor bounce rate dan peringkat blog pada mesin pencari secara berkala.

Bagaimana tips dan info ini? Menarik bukan? Jika ada yang ingin ditanyakan mengenai masalah pencernaan dan indikasi alergi susu sapi secara lebih lanjut, kamu bisa kunjungi enfaclub.com atau langsung tanyakan kepada dokter anak, ya! 

What do you think about it? Share di kolom komentar, ok!?

Thank you for reading.

Love,
M~

PS: ASI adalah nutrisi terbaik untuk si Kecil usia 0-2 tahun. Susu formula tambahan diberikan sesuai dengan anjuran dokter. Jika alergi anak berlanjut selama tiga hari lebih terutama jika disertai dengan adanya demam dan diare akut, segera bawa anak ke dokter spesialis anak terdekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanna say something?
The comment is yours