Rabu, 30 Agustus 2017

Berkenalan dengan Meikarta ‘Kota Baru’ Termewah Se-Asia Tenggara

Kalau kamu adalah salah satu orang yang merasa butek banget tinggal di ibukota karena udah super padat dan akses yang sulit terjangkau, bisa jadi kamu bakal suka sama tempat ini, katanya, yaitu Meikarta - Cikarang. Kalau kamu suka dateng mall  punya Lippo Group dan suka baca Koran besar mungkin tidak asing denger nama ini, nama hamparan lahan yang diklaim bisa menciptakan dunia baru bagi para penghuninya.


Di atas tanah yang luasnya sekitar 600 hektar (ha), Lippo Group selaku developer menjanjikan akan terciptanya sebuah ‘kota baru’ yang modern, elegan, serta didukung dengan infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara. Tak hanya hunian, namun beberapa fasilitas menarik di dalamnya memang terdengar menggiurkan.
Ada lahan terbuka hijau seluas 100 ha yang disebut Central Park. Bukan mall seperti yang pertama kali ada dibayangkan kamu, Central Park yang dibuka untuk publik ini dilengkapi dengan kebun binatang mini, jogging track, dan danau yang bisa menjadi reservoir penanggulangan banjir, keren ya?
Proyek pembangunan yang dikira mencapai angka fantastis hingga 278 triliun ini rupanya memang berniat untuk membuat hidup semakin mudah dan berkualitas. Selain apartemen dan Central Park, Meikarta akan membangun pusat bisnis, health center, stadium, sekolah, cafe, hotel, dan tentunya lokasi ini akan terhubung dengan berbagai moda transportasi yang saat ini sedang dibangun pemerintah seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung dan LRT (Light Rail Transit).
Sudah ingin beli rumah di sini? Kalau ya, Meikarta sudah melakukan penjualan perdana sejak 13 Agustus lalu dan para calon membeli yang datangpun tidak sedikit. Namun, sebelum bergerak lebih jauh, sebaiknya kamu tahu bahwa sempat tersiar kabar bahwa Meikarta belum merampungkan perizinannya hingga Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar cukup terkejut. “Belum ada izin, kok sudah diumumkan saja,” ungkapnya. Namun, Danang Kemayan selaku Direktur PT Lippo Karawaci memaparkan, bahwa tidak ada masalah dalam pembangunan, dan penuntasan perizinan proyek ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan selanjutnya sedang diproses oleh pihak manajemen.
Selain problema perizinan, proyek pembangunan raksasa ini dikaitkan dengan tudingan hegemoni Tiongkok di Indonesia, yang mana biaya sebesar 278 triliun tidak menjadi beban bagi Lippo Group untuk mengumpulkan dana, melainkan tinggal merealisasikannya saja. Hal ini ditampik oleh CEO Lippo Group James Riady, ia menyatakan bahwa dalam pembangunan Meikarta ini melibatkan banyak mitra bisnis untuk demi mewujudkan kota yang mandiri.

Jadi, terlepas dari desas-desus perizinan dan tudingan hegemoni Tiongkok, sebagai warga negara Indonesia apakah kamu enggak ikut merasa bangga akan terciptanya ‘kota baru’ termewah se-Asia Tenggara di Indonesia? Apakah kamu bersedia membuka mata dan pikiran akan hadirnya sebuah lingkungan baru yang menawarkan masa depan lebih baik?

1 komentar:

  1. aku ingin pindah ke meikarta dong, boleh ya, boleh ya, boleh ya,

    lah, ini kenapa? Meikarta ohh meikarta

    BalasHapus

Wanna say something?
The comment is yours