Jumat, 05 Agustus 2016

Kenapa Caesar? Cerita dan Alasan Saya Melakukan Operasi Caesar

from wikihow


Untuk teman-teman yang mengikuti cerita saya selama masa kehamilan, alhamdulillah saya sudah melahirkan bulan Mei kemarin, lebih cepat satu bulan dari perkiraan dokter sebelumnya. Walaupun begitu, keadaan saya sekarang baik-baik saja dan dalam masa pemulihan luka operasi caesar (c-sect). Si Kecil yang kami beri nama Almahyra sekarang sehat dan insha Alloh bahagia.


Melahirkan Alma, panggilan kecil si Kecil, dengan c-sect (caesarean section atau biasa disebut operasi caesar dalam bahasa Indonesia) bukanlah pilihan saya yang utama. Dari sejak awal kehamilan, saya selalu berharap akan sanggup melahirkan dengan proses normal walaupun, katanya, rasa sakitnya luar biasa nikmat. Alma pun sejak di dalam kandungan posisinya sudah pas, kepalanya sudah di bawah sejak bulan ke 7 dan jujur saya bahagia mengetahuinya Namun, Tuhan berkehendak lain. Pada tanggal 20 Mei 2016, Alma lahir jam 9:15 dengan c-sect.

Sebelum memutuskan operasi, sebenarnya banyak pertimbangan yang saya pikirkan. Jujur saya keukeuh meminta lahiran normal awalnya pada dr Obgyn. Saya meminta tips dari beliau bagaimana caranya agar bisa melahirkan normal, hingga pada akhirnya saya didiagnosa menderita batu empedu dan ternyata kondisi saya memburuk. Dari rentang waktu Maret sampai dengan Mei 2016, saya tidak berhenti mengalami kolik atau muntah mual parah yang disebabkan oleh batu empedu. Dua minggu sebelum kelahiran Alma, saya mengalami mual sehingga asupan makanan menjadi semakin sedikit, namun suplemen kehamilan tetap saya minum. Memasuki seminggu sebelum kelahiran saya mengalami mual disertai dengan muntah yang parah, empat hari pertama saya hanya bisa makan pagi saja dan minum teramat sedikit. Karena itu lah, hari Senin 16 Mei 2016, saya dan suami memutuskan untuk mengunjungi dokter. Dan karena menurut dokter Obgyn (plus apa yang saya rasakan) asupan gizi sangat sedikit, maka saya diberikan infus yang diisi vitamin beserta obat pereda nyeri, setelah infus habis saya pun pulang.

Sayang sekali, setelah pulang, keadaan tidak membaik dan setiap malam selama berjam-jam saya muntah-muntah sampai akhirnya di hari Rabu 18 Mei 2016, saya lemas dan kembali masuk ke rumah sakit, kali ini dirawat. Pada saat itulah saya khawatir dengan kondisi bayi saya yang tidak mendapatkan asupan gizi mencukupi selama dua minggu. Lalu keluarlah kata-kata “Dokter, saya mau lahiran normal. Tapi bayi saya kasihan, saya minta di-c-sect saja,” dan air mata membasahi muka. Dokter saya tentunya memperjuangkan yang terbaik bagi saya dan bayi, dia menolak c-sect pada hari itu. Besoknya keadaan saya tidak membaik dan terus-terusan muntah semalaman. Satu-satunya asupan gizi didapatkan dari infus. Di hari Kamis 19 Mei 2016, mama saya datang dari Bandung ke Depok untuk mendampingi. Dan kami berdiskusi lagi dengan dokter, mama meminta dilakukan c-sect segera karena melihat keadaan saya, dan ada faktor lainnya yang memaksa hal ini untuk dilakukan salah satunya adalah plafond asuransi yang terbatas. Maka diputuskan untuk dilakukan keesokan harinya jam 6 pagi. Sepanjang sisa hari Kamis, saya melakukan serangkaian tes pemeriksaan pra operasi untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi di kamar bedah.

Alma on her bornday
Saat hari H datang, tidak seperti yang orang bilang, saya sangat santai dan rasanya ringan, entah kenapa. Operasi ditunda hingga jam 8.30. Saat waktu operasi hampir datang, tubuh saya dingin dan tiba-tiba takut. Dinginnya ruang operasi membuat saya ketakutan, kenapa? Karena saya sendiri dan khawatir akan apa yang terjadi pada si Kecil. Saat semua peralatan persiapan operasi disiapkan, dan detak jantung saya terbaca di monitor, terlihat jelas bahwa saya ketakutan dan khawatir, “Tenang, Bu. Tarik nafas, ya,” iya saya tarik nafas plus menitikan air mata karena tetap takut. Satu hal yang membuat rasa takut ini hilang adalah karena tiba-tiba dipikiran saya terlintas bahwa ‘Kamu akan menjadi Ibu, harus kuat.' Saat itulah saya berusaha mengatur nafas panjang dan teratur. Saat proses anastesi dilakukan dan operasi dilaksanakan, saya begitu tenang karena sudah kenal dengan dokter yang selalu membantu saya selama kurang lebih sembilan bulan. Dia mengajak saya ngobrol sambil konsentrasi melakukan pembedahan, pesan saya sama beliau di situ hanya satu, “Dok, sayatannya yang cantik, ya. Biar kaya dokter.” Obgyn saya perempuan dan kebetulan, sejauh yang diketahui, beliau memang dokter paling kece di RS Mitra Keluarga Depok. Dia jawab, “Oke, Mbak Dew,” kekehnya

Tidak lama setelah operasi dilakukan Alma berhasil dilahirkan (melalui bedah) “Mbak Dew, bayinya cantik, perempuan.” Biasanya bayi yang baru lahir langsung menangis, Alma baru menangis beberapa detik setelah dilahirkan. Tangisannya kencang, Alhamdulillah. Alma mungil lahir dengan sempurna dan sehat.

Setelah operasi dilakukan, saya teler, mabok karena obat bius, dan suami saya terlihat kebingungan. “Kamu enggak apa-apa? Kok linglung?”
Dia jawab, “Enggak kok, kamu gimana?”
“Haus dan lapar,” sahut saya. Lalu tidak lama saya dipindahkan ke kamar pasien.

Dua hari kemudian, keluarga saya diberitahu bahwa ternyata keadaan kandungan saya sudah buruk. Air ketuban sudah tinggal sedikit dan warnanya kehijauan. Selain itu ada tumor yang dokter saya bilang kista. Inilah penyebab suami saya terlihat kebingungan.

Lalu apa yang saya rasakan setelah c-sect? Tujuh hari setelah operasi saya tidak merasakan sakit karena masih dibekali penahan rasa sakit. Selepas itu sakitnya bukan kepalang, jalan saja susah. Dan baru hilang setelah sebulan. Walaupun begitu, jika kelelahan dan menggendong Alma terlalu lama, atau mengangkat beban berat, nyerinya kembali datang. Dan yang bermasalah adalah rasa gatal setelahnya yang selalu ada hampir tiap hari (saya menuliskan ini dua bulan lebih setelah operasi).

Akhir Juli kemarin saya control ke dokter, dia bilang luka jahitannya bagus.
“Dok kalau gatal, aku harus ngapain.”
“Mbak Dew, jangan digaruk ya. Cukup elus-elus aja di luar. Kalau digaruk bekas jahitannya akan terlihat jelek dan enggak bisa balik lagi seperti ini.”
Selain itu saya juga bertanya sama dia kapan saya bisa lahiran dengan normal tanpa c-sect, dia bilang dua tahun setelah kelahiran ini. Jadi kalau ada pertanyaan kapan saya mau kasih Alma ade? Dua tahun lagi jika diberi rezeki oleh Alloh.

Dengan post ini pula saya ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian teman semua selama kehamilan kali ini. Alma dalam keadaan baik dan perkembangannya juga selalu berhasil membuat saya gemas. Sementara saya sedang dalam tahap pengobatan batu empedu, mohon doanya. ya.

Love,

M~

47 komentar:

  1. Algamdulillah ya, si dedek lahir sehat

    BalasHapus
  2. Debaynya lucu banget mbak :)
    Semoga debaynya selalu diberi kesehatan ya mbak dan kelak menjadi anak yang solehah utk kedua orang tuanya :)

    BalasHapus
  3. Teh Dewi....aku mewek bacanya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar ya. Yang penting semuanya sehat ke depannya. Semoga keluarga teh Dewi selalu dalam lindungan Allah swt.

    BalasHapus
  4. Luar biasa ceritamu, Dew. Perjuangan seorang ibu yang tak bisa kubayangkan rasanya. Aku diberi kehamilan kebo terus hingga makan dan tidur enak. Setelah melahirkan pun bisa langsung sehat dan aktivitas agak normal. Membaca ceritamu membuatku ingat bahwa apa yg diberikan padaku itu berkah luar biasa.
    Semoga Alma menjadi anak sholekhah. Dan semoga kamu segera sembuh dari batu empedu. Syafakillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Susi, salam untuk keluarga ya. Aamiin

      Hapus
  5. Semoga lekas sehat ya, Mbak. Kista dan Batu Empedunya hilang. Aamiin...
    Semoga kelak kelahiran kedua, ketiga, dst bisa normal. Salam cium buat Alma. Cantik baby-nya, semoga aku lekas nyusul. Aamiin... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok Mbak, semoga segera menyusul, aku doakan. Aamiin, makasi doanya :)

      Hapus
  6. Istri saya melahirkan sebulan setelah Mba Dewi melahirkan. Alhamdulillah anak dan isteri saya sehat dan selamat. Kami bersyukur. Alhamdulillah Mba dan keluarga telah diberikan anugerah bayi yang mungil..semoga menjadi putri yang sholehah. ada perjuangan dan pengorbanan dibalik proses persalinan. Sehat selalu ya Mba Dewi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, selamat juga buat mas Adi, salam untuk keluarga. :)

      Hapus
  7. Aaaaah, lucu dan gemesin banget sih Alma ini semoga sehat selalu Teh Dew :)


    Baca cerita ini, memang penuh perjuangan seorang ibu ya untuk melahirkan :(


    Teteh Dewi tetap semangat dan semoga sehat kembali ya :)

    BalasHapus
  8. Saya dulu juga caesar karena posisi bayi melintang. Terus gatalnya bekas operasi sampai 2 tahun kadang2 masih terasa mbak dew.

    Sekarang sudah 3,6 tahun baru berani program hamil lagi. :)

    Semoga Mbak dewi cepet pulih, dan pengobatannya lancar dan Dede Alma tumbuh menjadi anak sholehah. Amin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok Mbak semoga segera diberikan momongan, aamiin..makasi doanya ya Mbak Tarry

      Hapus
  9. Ternyata, Rumah sakit yang kita datangi sama wi. Em, beda kota sih.

    Caesar, normal. Itu cuma cara, yang terpenting si kecil lahir dengan selamat.

    Baca ini jadi oase tersendiri buat hari ini, karena sejak tadi tonkrongan di kantor lagi murung, denger istri temen keguguran:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mitra mah dibanding yang lain terbilang murah dan pelayanan OK sih.

      Ih kenapa? :(

      Hapus
  10. Memang melahirkan itu jihadnya ibu. Apapun demi anaknya lahir dengan selamat ke dunia. Moga Baby Alma sehat terus, begitu pula ibunya ya Mbak aamiin

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
  11. Si dedek bibirnya merah. Lucu. Jadi ilmu buat saya kalau nanti lahiran.

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah....
    Kata siapa lahir cesar nggak pake perjuangan kaya ibu normal? cerita melahirkan slalu bikin haru deh

    BalasHapus
  13. ya Allah mbak, aku kok mewek bacanya. ngebayangin diri sendiri nanti bakal gimana klo melahirkan. mau normal atau caesar tetap aja beresiko dan butuh perjuangan ya mbak. semoga sehat-sehat terus mbak dan si cantik Alma ya :)

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah, selamat ya, kak atas kelahiran dedek bayinya. Semoga adik Alma bisa menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi keluarga, nusa bangsa dan agama. Aamiin. Semoga cepet gede ya, adek. :3

    Pasti berjuangannya sangat luar biasa. Terimakasih buat para ibu yg telah mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan kami. :')

    BalasHapus
  15. butuh sebuah perjuangan banget ya untuk melahirkan sebuah bayi. Semoga anaknya mba diberikan kesehatan jasmani dan rohani. dan selalu sayang dengan keluarga yang telah melahirkannya

    BalasHapus
  16. Ya Allah, sedih campur kagum saya membacanya. Semoga Mbak Dewi dikuatkan menghadapi penyakit sekaligus mengurus Alma kecil. Aamiin.

    BalasHapus
  17. Ya Allah, sedih campur kagum saya membacanya. Semoga Mbak Dewi dikuatkan menghadapi penyakit sekaligus mengurus Alma kecil. Aamiin.

    BalasHapus
  18. Mbak kamu adalah ibu yang luar biasa
    Ibu yang ingin menjaga si bayi sang penerus
    Semoga Alma menjadi anak yang berbakti
    Amin
    Sehat terus buat mbak Dewi dan Alma

    BalasHapus
  19. Ceritanya luar biasa teh, meskipun dalam hal seperti ini saya kurang begitu paham. Tapi saya mengerti bahwa sebenarnya pilihan cara untuk melahirkan itu bisa ditentukan oleh kondisi kesehatan si ibu. Jika kondisi si ibu tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal maka opsi cesar bisa dipilih.

    Namun, ada juga yang memilih langsung memilih cesar dalam persalinannya meskipun kondisi si ibu sehat walafiat. dengan alasan katanya yang cepat dan tak terlalu sakit dan meskipun biayanya jauh lebih mahal, toh mereka mampu membayarnya, seperti yang dilakukan para artis2 ketika persalinan mereka, (efek kebanyakan nonton infotaintment di tv) -_-

    Dan dalam hal ini saya pun mulai mengerti, bahwa ternyata dalam persalinan banyak aspek-aspek yang diperhatikan untuk menentukan pilihan opsi persalinan, salah duanya adalah kondisi si ibu dan pilihan si ibu ketika akan melakukan persalinan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Fan. Pilihan si Ibu sekarang menjadi pertimbangan. Hehe. Ntar ilmu buat kamu kalau punya istri hahahak

      Hapus
  20. Wah.
    Semoga proses pengobatannya berjalan dengan baik ya mbak.
    Setelah baca blog ini, jadi lebih jelas kondisi mbak sebelum operasi kemarin.
    Tetap semangat mbak. :)

    BalasHapus
  21. Perjuangan sebagai ibu baru memang luar biasa. Karena semangat ibu maka sang anak bisa melihat indahnya dunia dengan senyuman dan kebahagiaan. Semangat terus kak dew. Salam buat suamix dan alma

    BalasHapus
  22. Perjuangan seorang ibu yang begitu besar untuk belahan jiwanya hehehe

    BalasHapus
  23. Semoga segera sembuh teh batu empedunya :)

    BalasHapus
  24. cepat sembuh ya mba... dan Alma semoga menjadi kebanggaan kedua orangtuanya....

    BalasHapus
  25. Semoga tetap diberi sehat ya Mbak Dew. Trenyuh bacanya.:(
    Btw, Si Alma lucu nian setengah melet gitu.

    BalasHapus
  26. Perkembangan ilmu kedokteran itu utk menolong keselamatan manusia, dan itu dianjurkan olej agama. Makanya ada istilah serahkan ke ahlinya. Seperti dulu Imam Syafi'i juga melibatkan para dokter ketika akan menetapkan sebuah hukum agama. Termasuk Caesar adalah teknologi untuk menyelamatkan manusia, Alhamdulillah.

    BalasHapus
  27. Lika-liku perjuangan seorang Ibu ya Teh Dew. Semoga Alma jadi anak yang baik :)

    Dan semoga batu empedu Teh dew bisa pulih dan nanti bisa merasakan lahir normal Untuk Anak kedua. Aamiin

    BalasHapus
  28. Partus normal atau lewat sc, pasti semuanya melalui pertimbangan personal dan medis. Jika pertimbangan medis, mengharuskan demikian tentu insyaAllah itu yg terbaik. BarakAllah tuk debay serta bapak ibunya ya, mbak.

    Salam
    @nuzululpunya

    BalasHapus
  29. Teh :(
    Aku bingung mau bilang apa..
    Semangat teh dewi. Sehat selalu dek alma :*

    BalasHapus
  30. Perjuangan banget ya, Teh. Semoga Alma tumbuh besar jadi anak yang kuat dan siap berjuang juga kayak Ibunya...

    BalasHapus
  31. kenapa tulisannya makin kebawah makin gede :/
    itu emosi luapan jiwa atau apa?
    wkwkwkw.

    yang penting skrg sehat, dan ngga bolak balik dirawat rs mulu. kasian ntar alma sama siapa -_-
    semoga 2 tahun lagi Alma punya dedek. btw yyg normalnya kan emang 2 tahun ya jarak antar anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan kagak Ben wkwkw

      Enggak, jarak yang disarankan kayanya 5 tahun.

      Hapus
  32. Tulisan mba Dewi membuat saya merinding.
    Barakallah, mba.

    Smoga Allah membalas perjuangan mba Dewi dengan surga yang indah.
    aamiin.

    BalasHapus
  33. Uwuwuwuwuw belum jenguk teteh alma nih, nanti yaaaah. Alhamdulillah lancar. Dan itu teh dew masih aja ngelucu sebelum operasi, "syatannya yang cantik ya dok" :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. I am originally a playful person, eaaa. Ayok atuh main ke Bandung sini.

      Hapus
  34. welcome tonthe world baby alma,

    congrats mba Dewi syah menjadi ibu, smg fast recovery yak ��❤️

    kedua anak saya lahir sc mba, krn ada sesuatu hal jg. yg penting baby dan ibunya semua sehatt ❤️��

    BalasHapus
  35. Almanya cantik ^^


    Sampai sekarang saya masih merasakan ngilu -ngilu sedap jika mengangkat barang berat >.<

    BalasHapus

Wanna say something?
The comment is yours