Jumat, 04 September 2015

Laki-laki Selingkuh Karena Enggak Nyaman?

Saya sudah memikirkan hal ini sejak bertahun-tahun lalu. Kenapa?

Karena sedari beberapa tahun yang lalu, telinga saya mendengar kalau laki-laki, suami, paling sering selingkuh jika dibandingkan dengan istri.

Mata saya pun melihat wanita lebih banyak menangis karena suaminya selingkuh, tidak sebaliknya. Lalu apakah benar, laki-laki selingkuh karena tidak nyaman?


Bahkan pada saat penataran pernikahan kemarin, dibilang bahwa, “Neng (saya) tidak perlu khawatir suami selingkuh asal Neng bisa memberikan kenyamanan di rumah, jadi suami enggak cari-cari yang lain.”

That is absolutely nonsense! Masa cewenya doang yang dibikin ngerti harus bikin nyaman suaminya enggak? Pada saat itu saya emosi.

Untungnya si Bapak yang memberikan penyuluhan melanjutkan omongannya, “Aa (suami) juga harus mengerti, bahwa istri di rumah kadang kucel karena mengurus rumah dan sebagainya. Iya?”

Kemudian saya lupa lanjutannya. Mari kembali ke masalah sebelumnya. This is not my personal problem, I am just sharing my thought, when you read this post I make sure that my personal marriage under a good circumstances. And I knocked the wood more that 100 times while continuously saying amit-amit!

Inti dari perselingkuhan suami terhadap istrinya, menurut bapak di penataran KUA yang notabene banyak menangani permasalahan rumah tangga, adalah sang suami merasakan ada ketidaknyamanan di mana pun. Let me explain some cases:

Suami selingkuh karena istrinya gendut.
Jika ini yang terjadi, kenapa enggak istrinya dibikin kurus? Biayain kek buat beli obat dan ke dokter kecantikan terus nge-GYM. Bukan malah nyari cewe kurus. Emang dia gak akan bisa gendut juga nanti?
Atau enggak punya duit buat biayain istrinya biar kurus hingga nyari cewe lain? If it is so, you are the problem, Man!

Suami selingkuh karena istrinya jelek kucel setelah nikah.
Ya mikirlah, laki-laki sebagai suami kenapa cuma bisa ngeluhin masalah ini? Coba rada diingetin dan dipikir istrikan di rumah ngurus anaknya, ngurus rumah, masak. Suami kerja dia juga kerja. Kenapa enggak dimaklumi?
Kalau merasa dia jelek, kenapa enggak dibeliin SK-II yang harganya 6 juta itu. Enggak mampu? Yaudah jangan banyak minta! Again, this is your problem.

Kalau istri dan suami sama-sama kerja, pada saat liburan saya cenderung melihat istri tetap kerja sementara suami molor di kamar. Lalu istri mulai bawel karena dia cape tapi suami malah molor. Karena kebawelan ini terjadi berulang-ulang, suami merasa enggak nyaman dan kemudian selingkuh. Simply, salah siapa istri jadi bawel? You know the answer.

Pada akhirnya banyak istri yang diselingkuhin pada intinya bukan karena salah istrinya. Tapi karena ketidakmampuan suaminya membahagiakan istrinya lalu malah menyakiti istri.

Kalau suami cinta, intinya, kalau setia, semestinya, suami berusaha untuk memperbaiki dan membahagiakan istrinya bukan malah meninggalkannya dengan berbagai alasan ketidaknyamannan.

Kalau suami banyak mau tapi gak mau mengusahakan memperbaiki buat gue itu kekanak-kanakan. Sama kaya anak bocah yang ngerusak mainannya tapi gak mau memperbaiki malah minta dibeliin mainan baru. That’s sucks!

Saya nulis ini karena jujur kesel sama perselingkuhan. Karena saya rasa, suami yang selingkuh karena merasa enggak nyaman dengan istri dalam keadaan apapun gak pernah kenal namanya cinta, mungkin ga pernah belajar jatuh cinta.

Mungkin para suami lupa, kalau udah punya anak siapa yang hamil sembilan bulan dan menyusui minimal enam bulan? Siapa yang harus meregang nyawa demi melahirkan anaknya? Lalu karena para suami merasa enggak nyaman di satu titik lantas ditinggal? You have no heart man if you do that. This is my no. 1 hate in my life ever!

Sebelum selingkuh, pikirin lagi deh. Karena itu enggak cuma bakal bikin istri sakit. Tapi juga anak dan keluarga!


Faithfully,

M


PS: There is no way I will support polygamy or polyandry. Mungkin banyak case juga suami yang diselingkuhin istri but mostly yang saya dengar adalah case yang sudah dituliskan di atas. Semoga tulisan ini akan memberikan inspirasi bagi para laki-laki untuk setia. 

7 komentar:

  1. Yang sudah nikah ini dibaca :-D
    Pelajaran juga bagi yang belum nikah :-D

    BalasHapus
  2. Klo suami selingkuh karena istrinya punya banyak tuntutan gimana mbak?

    Hihihi,

    Bisa jadi lho. Klo dari sudut pandang si wanita (yg saya nguping curhatnya) kebutuhan hidup jaman sekarang kan banyak. Jadi lumrah kalau wanita banyak nuntut ke suami, semata-mata untuk membuatnya nyaman karena wanita kan yang umumnya paling mendambakan kenyamanan.

    Sedangkan suami, saat berada di rumah umumnya ingin terbebas dari tuntutan yang membelenggu kesehariannya. Misalnya tuntutan kerja. Sederhananya, rumah itu tempat untuk relaksasi lah.

    Lha kalau di rumah, sang suami masih dibayang-bayangi oleh tuntutan istri apa jadinya tidak stress dan lantas mencari "pelarian"? Ya bukannya istri nggak boleh nuntut sih. Harus dicari komunikasi yang terbaik dengan suami agar suami tidak tertekan. Karena ya di jaman sekarang ini beban pekerjaan (untuk menggapai kehidupan sejahtera) kan lebih berat juga.

    Ya nggak? :D

    BalasHapus
  3. istri kucel di rumah tp klo keluar rumah dandanya bikin suami tetangga ngelirik, klo itu salah siapa? XD
    nikah itu memang seharusnya saling menyeimbangkan yah. Jangan nuntun istrinya sempurna tp dirinya gak sempurna. Seharusnya laki2 juga hrs turun tangan mengerjakan pekerjaan istri, jd istri bisa punya waktu mengurus diri sehingga suami pun dpt keuntungan dan bisa menundukan pandangan.

    BalasHapus
  4. Baca ini sambil ngebayangin wajah KD-Raul sama Anang-Ashanty masa :( Kasian anak-anak kan jadinya kalau kayak gitu.

    Bentar,

    Kok jadi gosip..

    BalasHapus
  5. Kalau aku mungkinlebih bilang ke tidak sesuaian ekspetasi.
    jaman sekarang cowo cewe 50:50
    tidak bisa disalahkan cewe ataupun cowo.

    Cewe punya kelemahan dan Cowo punya kelemahan.

    Semua tergantung pribadi masing-masing untuk mengalah.
    Kebanyakan orang berambisi, untuk mendapatkan yang lebih baik dengan mengkeraskan ego.

    Ngebahas perselingkuhan tidak akan ada habisnya, karena masing-masing saling merasa benar.


    BalasHapus
  6. Daaanlaki-laki juga selingkuh sama wanita, kan? Hehehe... Tapi sebagai wanita saya juga ga mau punya suami yg centil dan suka tebar pesona. Bisa jadi suaminya cuek atau pelit, atau suaminya banyak nuntut. Tinggal lihat aja siapa yang abai sama tanggung jawabnya. Tapi kalau kayak gini suka rumit saling nyalahin.

    BalasHapus

Wanna say something?
The comment is yours