Sabtu, 20 September 2014

Blogger Rate Card, Apa Itu?

Lately, my Twitter timeline buzzed by a rate card tweets theme. And it is a bit interesting actually. So, aku putuskan untuk menulis tentang hal ini.

In a super simple term, rate card adalah patokan fee yang akan diminta oleh blogger kepada pemasang iklan.

Beberapa tahun lalu, well, sepertinya sih satu atau dua tahun lalu. Kalau ditanya rate card, teman-teman blogger kebanyakan bakalan jawab, "Apa itu?" bahkan yang sudah tahu apa itu rate card pun jika ditanya, "Apakah kamu punya rate card?" jawabannya, "Saya enggak punya."


Sekarang, hampir semua blogger punya rate card, dan beberapa bahkan majang rate card di blognya. Mereka yang memiliki rate card kebanyakan adalah blogger yang memutuskan untuk me-monetize blognya atau dalam kata lain, mencari uang dari blog. Beberapa, harus aku bilang terlalu rendah, tapi di sisi lain, jujur, ada yang terlalu tidak tahu diri dengan mematok harga terlampau tinggi.

Sekadar sharing, aku bekerja di agency digital yang banyak mengetahui rate card para blogger. Dan aku kadang lihat ada perbedaan yang sangat besar dalam rate card. Tapi aku berhasil mengetahui angka averagenya. Jangan tanya berapa angka average-nya, for ethics, I have to shut my mouth for this one.

So what to do? How to decide your own proper calculated rate?

Setelah berpikir panjang, inilah saran aku jika kalian ingin menentukan rate card. Monggo disimak:

1. Kenali Diri Kamu Sendiri. Rate di blog, adalah harga kepantasan atas apa yang telah kalian raih selama ini dan apa yang kalian akan berikan di masa depan pada pemasang iklan. Hanya karena tahu rate orang lain, tidak serta merta kamu bisa mematok rate yang sama dengan orang itu. Serendah apapun atau setinggi apapun kamu tidak bisa langsung meng-convert rate yang sama. And how to know your self? Check next points.

2. Your Blog Content. Lihat tulisan kamu di blog, bagus atau enggak? Gaya tulisan kamu itu kamu sendiri atau cuma niru-niru? Tulisan kamu cuma copy paste atau original? Tulisan kamu asyik atau enggak? Tulisan kamu tata bahasanya berantakan atau well organized? Jawaban dari pertanyaan ini, kita semua tahu mana yang baik dan bagus, kan? Tulisan yang bagus, dengan membawa jati diri sendiri, enggak copy paste, asyik, dan bertata bahasa baik adalah tulisan yang bagus. And guess what? Blogger yang punya tulisan dengan karakteristik di atas adalah mereka yang sukses dan ber-rate tinggi. Kalau kamu kebalikan dari semua itu dan ber-rate tinggi, sebaiknya mulai benahi diri dan evaluasi rate-nya. Btw, ada beberapa orang yang nulis asyik di blog dengan niru gaya Raditya Dika, lho. Banyak banget! And I am starting to, well, what? Boring. Serius, deh. Mending menemukan jati diri sendiri ketimbang niru-niru orang. Oke, dia panutan kamu. But it doesn't mean that you can copy him. No! Semua orang punya perbedaan dan karakternya sendiri-sendiri, kan?

3. Be Specific. Guys, tahu niche? Niche itu, dalam bahasa paling simple di dunia, adalah tema blog kamu. Back then in 2011, I met an expert in digital marketing. He said that a blogger can have more than a niche, tapi maksimal, kamu hanya bisa memiliki 5 niche. Karena itulah, aku memutuskan untuk menulis dengan tema: daily life (this is the most interesting theme in blog because blog is ORIGINALLY PERSONAL), literature (drama, movie, poems, story and so on and so forth), digital (blogging and social media, concerning on content) and FOOD! Hal ini dilakukan, bukan karena biar aku dapet iklan, tapi sebagai personal branding aku in blogging world. So how does it connect with blog monetize? Guys, setiap brand atau merk sebelum memutuskan untuk memproduksi product akan melakukan riset mengenai target market, itu dilakukan dengan penuh pertimbangan, dan sangat spesifik. Sex, pekerjaan, SES (Social Economy Status), habit dan lain-lain. Oleh karena itu, ketika memasarkan melalui blog, mereka akan mencari blogger yang sesuai dengan karakter pasar mereka. Kalau niche kamu berantakan, apakah mereka akan beriklan sama kamu? Jawabannya, mungkin iya, tapi kemungkinannya kecil sekali. Jika ingin semakin besar. Maka, buat niche kamu spesifik.

4. PV, Alexa, PR. Here they are, the wolfs in sheep clothing. I am starting to think that they are the root of evil. HAHAHA. Dalam ilmu periklanan, pemasangan iklan dipasang di tempat yang strategis diharuskan untuk menaikkan influence. Di digital world, hal ini juga berlaku. Iklan akan dipasang di blog yang banyak dikunjungi oleh orang-orang. Oleh karena itu, para pemasang iklan mulai memerhatikan PV (kunjungan blog, kadang ada yang minta perhari, perbulan, pertahun), Alexa, dan Page Rank sebagai patokannya. Bagaimana menaikkan semuanya? Menulis dengan sering, share tulisan sebanyak-banyaknya, dan blogwalking. Saking pengennya dapet uang dari blog, banyak yang melakukan banyak cara. Ada yang mati-matian menulis tiap hari, share sana-sini, blogwalking tiap hari dan aku jujur enggak ada masalah dengan hal ini. Sampai suatu ketika........ Blognya update tiap hari, tapi hasil copy paste. Blogpost di-share terus-terusan sampai spamming. Blogwalking sambil titip link tapi pake bot dan nge-spam. Oh God, it is really the root of evil. Apapun, Guys, please, lakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan cara yang benar. Jangan menodai diri sendiri. Tahukah kalian blogger Indonesia udah mulai dibilang blogger copypaste?

5. Tawarkan Jasa yang Kamu Kuasai. Kalau kamu pernah melihat rate card sebelumnya, ada yang membaginya ke dalam jasa menulis, banner, speaker, vblog (video blogging) dan semacamnya. Pastikan, jika kamu memasang jasa sebagai speaker, kamu memang speaker yang handal. Jangan sampai kamu enggak bisa ngomong tapi sok-sokan bisa ngomong. Atau kamu memasang rate menulis 1.000 kata ke atas tapi gak bisa nulis 1.000 kata. FYI, tulisan 1.000 kata ke atas adalah tulisan yang digolongkan sebagai academic atau setidaknya professional writing, some call it white paper. Tulisan semacam ini, hanya bisa dilakukan jika kalian memiliki kreativitas TINGGI (kalau berbentuk cerpen, dll) atau telah melakukan riset sebelumnya. Kalau cuma bisa ber-HAHA-HEHE di blog, udah jangan pasang rate tulisan yang tidak bisa kamu tulis. Pasang sewajarnya dan hanya yang kamu bisa aja. Jika sampai kamu goal menjadi speaker atau menulis long paper tapi tidak memiliki skill, aku khawatir kalian bukannya akan menjadi terkenal dan kaya raya tapi malah mempermalukan diri sendiri.


Itu aja sih saran dari aku. Jika dilihat-lihat, aku mulai banyak menulis topik yang serius (walaupun dalam gaya yang santai). Hal ini dilakukan karena, emang menarik dan aku ingin membagikan ilmu yang diketahui. Aku jujur jengah dan kesel bertemu blogger yang pelit ilmu blogging, ah gak cuma itu sih. Aku jengah sama orang yang pelit berbagi ilmu. So, I will share to you more, selama aku masih tahu. And sure, you can ask me anything, but I will only answer it if I know it. Silakan ngeblog dan tentukan rate card, tapi ingat, jangan lupakan apa itu blog.

Thanks for reading!

Love,
M~


42 komentar:

  1. Pertama kali dapat tawaran nulis berbayar, orangnya nanya rate ku berapa. Waktu bingung rate apaan? Haha setelah tanya-tanya ternyata harga kita buat nulis. Waktu itu karena belom pernah dapat tawaran kayak gitu, langsung nanya aja ke orangnya, biasanya kalo blogger lain dibayar berapa?. Hahaha. Syukurlah harganya bagus 300-400 kata dibayar 300ribu. :D

    Skrng kalo ada yang nawarin lagi rate ku segitu aja.. Haha lagian gak terlalu fokus buat nyari uang di blog, kalo ada syukur. Kalo gak ada ya gak apa2. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlalu fokus sih kalau kata aku, se full-timenya pun tetep harus punya sampingan sih.

      Hapus
  2. Ulasannya tegas dan tajam bnget.
    Kalau aku belum prnah denger rate card ini..

    BalasHapus
  3. wah serem mbak saya mah gak donk e gitu" an, tapi mulai donk hehe thx mbak, yah semoga Allah kasih kenyamanan dan berkah rejeki apa aja dah semangat nge blog... tapi dari sini saya belajar juga mbak mantap dah ^-^.9..ampun y mbak saya masih banyak haha hehe nie...pizz

    BalasHapus
  4. pernah baca dan beberapa kali lihat rate card blogger lain. Kaget lihat nominalnya :-o . Blog juga bisa dibuat serius kalau mau diseriusin

    BalasHapus
  5. ratecard itu apa sih kak? :D cara bikinnya buat blogku gmn, ajarin dong :D

    BalasHapus
  6. Wah keren tulisannya. Tapi aku masih bingung, rate card itu apa? :') Tapi yang lima poin itu coba aku terapin deh. :3

    BalasHapus
  7. Sama kayak beberapa orang diatas, aku juga belum pernah dengar istilah itu :-D
    Terima kasih atas ulasannya :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Nasirullah Sitam sih udah jhoz urusan rate cardnya :-)

      Hapus
  8. Wah keren-keren. Sebenarnya, kalau ngeblog diseriusin bisa ngehasilin duit, sih.
    Tulisan yang menarik.
    Jangan lupa kunbal, ya, kak! www.hitsrizal.com

    BalasHapus
  9. akhirnyaa tau, info penting banget nih. pernah sih ditanya berapa bayarannya. sampe bingung karena gak tau darimana harus matokinnya ehehee..
    tapi, sedikit demi sedikit kayaknya udah harus benerin blog biar gak berantakan heheh

    thanks for sharing yaa
    salam kenal :)

    BalasHapus
  10. Oh, ada ratenya ya? Baru tahu aku. Soalnya sejauh ini aku ngeblog ya ngeblog aja, hihihi. Tapi menarik juga tuh sepertinya :)

    BalasHapus
  11. Terima kasih infonya sangat lengkap, cuma klo soal bagus atau tidak sepertinya relatif ya, karena yg menilai pembaca hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, tapi setidaknya kita harus tahu menulis yang baik hehe

      Hapus
  12. Oh jadi ini yang dimaksud postingan dengan gaya bahasa dan kalimat yang sesuai EYD.....

    BalasHapus
  13. Wow mantap, membuka mata hingga melek...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini tulisan dua tahun lalu dan ternyata enak bahasanya dan banyak komentatornya yang top-top :-)

      Hapus
  14. Thanks infony...
    Pas d tny rate card blog ku apa... bener2 blank... baru pertsma denger, disuruh jawab... bingung mw jwb apa.
    untg nemu blog kk :D

    BalasHapus
  15. Pengen nyobain rate card nih :D

    -www.fkrimaulana.blogspot.com-

    BalasHapus
  16. Dan saya merasa tertampar dengan nomor 3, blog saya masih acak adul mican -___-

    Oh ini blog kamu yg lain haha baru nemu

    BalasHapus
  17. Ulasannya renyah, thanks tipsnya ka

    BalasHapus
  18. Lagi nyari info ttg rate card & terdampar di sini, jadi baca2 dulu, jadi tercerahkan, makasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mau mampir mbak. Syukurlah kalau bermanfaat :)

      Hapus
  19. Aduh tulisannya bagus banget Mbak, kebetulan dapat permintaan rate card dari salah satu e-commerce besar di Indonesia. Ma kasih banyak sebelumnya yach... :-)

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah saya nemuin blog mba, baru aja dapet email tentang rate card tapi gak ngerti. Saya masih ngerasa banyak kekurangan pada blog saya, eh ada yang minta info rate card. huhu makasih ya mba membantu banget postingannya^^

    http://ourbeautystory.blogspot.co.id

    BalasHapus
  21. Halo, saya juga seperti komen diatas, lagi nyari-nyari tentang rate card dan berujung kemari. Makasih ya mbak informasinya berguna lho

    BalasHapus
  22. Tulisan yang bermanfaat, bagus dan semoga terus semangat memberi manfaat.
    Aamiin.

    BalasHapus
  23. Mendarat di sini karena juga masih asing kalo ditanyain "rate card". Makasih udah berbagi, Mba.

    BalasHapus
  24. hmm buat awal awal bingung gue kak untuk menentukan rate cardnya sih tapi pasti masih mempertimbangkan Pv dan alexa rank yaa

    BalasHapus
  25. hmmm.... jadi intinya nilai kita ditentukan oleh pencapaian kita..... dan juga originalitas dan tekad juga kreatifitas.... hmmm....
    pastinya hasil tak akan mengkhianati suatu proses....
    coba lebih giat lagi ahhh

    BalasHapus
  26. saya masih bingung masalah menentukan niche yang spesifik

    kadang sedih dan bingung, kalau pada akhir nya

    blog saya akhirnya jadi gado gado hiks hiks

    pernah mau buat yang spesifik, pada akhir nya saat ini menyerah

    apakah ada motivasi yang bisa di share ?

    thank you

    BalasHapus

Wanna say something?
The comment is yours